7 Senapan Serbu Asal Rusia Paling Terkenal di Dunia Gaming, Mana yang Kamu Suka?

Penggemar game shooter bertema perang modern pasti selalu mencari-cari sosok AK-47. Eits, tapi bukan itu saja satu-satunya senapan keren asal Rusia, loh. Tujuh senapan buatan Rusia atau Uni Soviet berikut penulis rasa merupakan senjata yang sering muncul di dunia gaming dan tidak kalah mantap. Apa saja? Yuk coba kita lihat daftarnya.

Catatan: Memang ada “klasifikasi” untuk assault riflebattle rifle, dan carbine utamanya untuk membedakan pemakaian amunisi dan panjangnya laras atau jarak efektif. Tapi dengan kemajuan teknologi senapan dan peluru perbedaan-perbedaan tersebut kian melebur, setidaknya sudah terjadi sejak Perang Dingin. Mungkin hal ini akan kita bahas di kesempatan lain.

1. AK-47

  • Muncul di: GTA III, GTA: Vice City Stories, GTA IV, MGS 3: Snake Eater, Black, COD 4: Modern Warfare, COD Black Ops Cold War, Battlefield: Bad Company 2 Vietnam, Ghost Recon Breakpoint, dan lain-lain.

Bicara senapan asal Rusia, senjata nomor satu yang dikenal oleh semua orang (setidaknya dari nama) adalah AK-47 yang legendaris. AK-47 sendiri di Rusia dulunya tidak disebut sebagai “AK-47”, melainkan hanya “AK” saja, dengan kepanjangan Avtomat Kalashnikova atau Senjata Otomatis Kalashnikov.

Pihak militer Rusia (saat itu masih Uni Soviet) mulai mengembangkan proyek senapan serbu AK untuk menggantikan PPSh-41 dan Mosin-Nagant dengan kaliber yang lebih besar setelah melihat performa senapan otomatis Sturmgewehr 44 milik pasukan Jerman di Perang Dunia II.

Mikhail Kalashnikov, seorang prajurit yang mengalami cedera pundak di Pertempuran Bryansk pada 1941, memutuskan untuk menjadi seorang perancang senjata setelah mendengar prajurit lain di rumah sakit mengeluhkan, “Kenapa tentara kita cuma dikasih satu senapan untuk dua-tiga orang sementara pasukan Jerman punya senjata otomatis?” Di tahun 1942, Kalashnikov pun merancang varian AK pertamanya, dan lima tahun kemudian AK diadopsi menjadi senapan standar tentara Rusia.

Saat militer Rusia mulai beralih ke AK-74 di tahun 1974, barulah pihak Rusia memakai tahun produksi untuk nama senjata-senjata mereka. AK-47 pun digunakan untuk merujuk purwarupa AK yang digarap sebelum tahun 1947. Di Amerika Serikat (dan sebagian besar negara lain) AK-47 dipakai sebagai sebutan umum untuk seluruh varian AK yang diproduksi sebelum munculnya varian AKM di tahun 1959.

Hingga detik ini model 47 masih menjadi AK yang paling dicari-cari dan digunakan oleh berbagai pihak di seluruh dunia lantaran tahan banting, murah, dan mudah digunakan. Pada tahun 2012 Bank Dunia memperkirakan dari 500 juta senjata yang diproduksi di muka bumi, 15 persennya — atau 75 juta pucuk — merupakan AK-47.

Akan tetapi produsen senjata api terbesar Rusia Kalashnikov Concern mengatakan sebagian besar diproduksi tanpa izin resmi dan merupakan produk “palsu”. Pemerintahan Rusia sendiri memblokir impor stok AK-47 ke luar negeri selama puluhan tahun. Kabarnya, AK-47 palsu yang kini beredar di pasar gelap bisa dihargai sampai serendah US$125-30 (Rp1,8 juta – Rp430.000) — atau bahkan hanya US$6 (Rp87.000) atau ditukar dengan seekor ayam. 

2. AK-74

  • Muncul di: S.W.A.T. 4, Resident Evil 5, Insurgency, Escape from Tarkov, Arma II, Rainbow Six: Vegas 2, dan lain-lain.

Sesuai namanya, AK-74 dikembangkan oleh kelompok А. D. Kryakushin dengan arahan dari Mikhail Kalashnikov pada tahun 1974. Dia dibuat untuk menggantikan varian AKM, menggunakan amunisi 5.45×39mm yang lebih kecil namun dinilai lebih efisien baik dari segi berat, jarak tempuh, maupun penetrasi.

AK-74 pun terjun ke medan perang untuk pertama kalinya di tahun 1979 saat konflik Soviet-Afghanistan. Menurut kabar burung, pihak CIA membayar US$5.000 (Rp72 juta) kepada pasukan Mujahidin untuk sepucuk AK-74 pertama yang berhasil mereka temukan. AK-74 dan saudaranya, AK-74M, baru perlahan-lahan digantikan oleh AK-12 di tahun 2018.

Untuk membedakan AK-47 dengan 74, hal yang paling mudah diperhatikan adalah magazinnya. AK-47 varian awal memiliki magazin yang lebih cekung dan ada benjolan agak lebar/slab di bagian tengah kedua sisinya. Lalu popor kayunya tidak tersambung oleh braket besi ke badan senapan. AK produksi 1951-1957 umumnya memiliki braket dan dilengkapi magazin bergaris-garis.

Sementara itu AK-74 menggunakan magazin plastik yang lebih polos dan bentuknya lebih rata serta bagian atas popornya dibuat rata sebagai alas pipi.

3. AK-74M

  • Muncul di: Battlefield 3, Escape from Tarkov, Ghost Recon, Rainbow Six 3: Raven Shield, dan lain-lain.

Saudara AK-74, alias versi pembaruannya. Dan ya, M di AK-74M adalah singkatan dari “modernisasi”. Diproduksi pada 1991, dari segi visual tidak banyak perbedaannya, namun yang paling jelas, AK-74M mengganti popor kayu menjadi fiberglass yang bisa dilipat dan hampir semua komponen dicat abu-abu gelap.

Sebelum diganti oleh AK-12, pada tahun 2017 Kalashnikov Concern mengeluarkan perangkat untuk memodernisasi varian-varian AK lama, seperti moncong baru, pegangan yang menyimpan peralatan pembersih, serta pelindung tangan dengan Picatinny rail agar pengguna bisa menambahkan aksesori macam laser dan pelontar granat. 

4. AK-12

  • Muncul di: Arma III, CrossFire, Payday 2, Battlefield 4, Killing Floor 2, Rainbow Six: Siege, Ghost Recon: Wildlands, Ghost Recon Breakpoint, dan lain-lain.

AK-12 hadir menggantikan AK-74 dan 74M (serta variannya, AK-100) sebagai salah satu partisipan dalam proyek “Ratnik” atau sistem pertempuran masa depan yang digelar oleh militer Rusia. Saat Perdana Menteri Vladimir Putin mengunjungi pabrik produsen senjata Izhmash (kemudian dikenal sebagai Kalashnikov Group) pada tahun 2011, dia memuji performa purwarupanya. Namun karena mereka masih memiliki segudang persediaan AK-74, Kementerian Pertahanan Rusia menolak untuk membeli dan mengadopsi senjata tersebut.

Setelah melewati uji coba dan sejumlah revisi di akhir tahun 2012, baru pihak Kementerian Pertahanan memutuskan untuk menerima AK-12 mulai pertengahan 2013. Dia pun harus bersaing dengan AEK-971 buatan Kovrov Mechanical Plant. Di tahun 2018 AK-12 dan AK-15 menjadi senjata standar tentara Rusia.

Varian standar AK-12 menggunakan peluru kaliber 5.45x39mm, sementara AK-15 memakai 7.62x39mm. Di tahun 2020 kemarin, muncul varian AK-19 yang memakai amunisi 5.56x45mm.

5. AKS-74U

  • Muncul di: Ghost Recon, Rainbow Six Siege, Battlefield 2, Battlefield: Bad Company, S.W.A.T. 4, CrossFire, COD: Black Ops, Splinter Cell: Conviction, dan lain-lain.

Huruf S dalam AKS-74 sendiri merujuk pada kata bahasa Rusia yang dibaca skladnoy, atau artinya “melipat”. Sesuai yang kamu duga, AKS-74 dilengkapi popor besi lipat agar bentuknya bisa diperpendek saat tidak digunakan.

Sementara itu AKS-74U merupakan versi karbin/carbine dari AK-74 yang dirancang sebagai partisipan dalam kontes pencarian senapan carbine yang dinamai “Modern” di tahun 1973. Karbin ini utamanya akan diberikan untuk awak kendaraan tempur yang tidak memiliki banyak ruang penyimpanan maupun polisi yang membutuhkan senjata kecil untuk pertempuran jarak dekat lantaran submachine gun PPsh-41 sudah tidak lagi diproduksi sejak tahun ‘60-an. Dia masuk menjadi salah satu senapan standar militer Rusia di tahun 1979.

Selain bentuknya yang bantet dan popor lipat, hal yang nampak jelas membedakan AKS-74U dengan AK lain adalah flash suppressor-nya yang tebal di moncong senapan, pembidik lipat yang menonjol, dan pelindung tangan yang pendek.

6. AN-94

  • Muncul di: CrossFire, S.T.A.L.K.E.R.: Clear Sky, Battlefield: Bad Company, Battlefield 4, Ghost Recon: Future Soldier, dan lain-lain.

AN-94 digarap oleh Gennadiy Nikonov dari Izhmash. Seperti AK, kepanjangan AN juga sama sederhananya: Avtomat Nikonova alias Senapan Otomatis Nikonov. Dia awalnya dirancang sebagai salah satu pengganti AK-74, akan tetapi tetapi desain yang rumit membuat perawatan senjata ini menjadi sulit dan harganya membludak, bahkan katanya bisa enam kali lebih mahal dari satu pucuk AK-74.

Senapan AN-94 pun diadopsi secara terbatas oleh Angkatan Darat Rusia, pasukan khusus, dan sejumlah pamong praja pada tahun 1995. Dia berhenti diproduksi di tahun 2006. Kabarnya desain rumit tersebut membuat AN-94 memiliki fitur unik yang dapat menunda efek hentak dari dua tembakan pertama sehingga meningkatkan kemungkinan penembak mengenai sasaran bahkan dalam kondisi pertempuran sengit.

7. Tokarev SVT-40

  • Muncul di: COD: United Offense, COD 2, COD World at War, COD WWII, Red Orchestra: Ostfront 41-45, Red Orchestra 2, dan lain-lain.

Mengakhiri pembahasan kali ini, kita lompat kembali ke masa Perang Dunia II sebentar. SVT-40 merupakan senapan semi-otomatis yang tadinya akan dipakai sebagai senjata standar Pasukan Merah Uni Soviet, akan tetapi invasi Jerman di tahun 1941 tidak hanya merusak hubungan bilateral tetapi juga rantai suplai SVT-40 sehingga mereka harus kembali bertumpu pada Mosin-Nagant.

Saat Fedor Tokarev menciptakan SVT-38 di awal 1930-an, senapan berbayonet dengan magazin berisi 10 peluru (dan receiver terbuka sehingga bisa mengonsumsi klip Mosin-Nagant) ini tidak disambut baik ketika dipakai dalam Perang Musim Dingin melawan Finladia. Senjata tersebut dianggap terlalu panjang, merepotkan untuk dipakai maupun dirawat, dan magazinnya sering copot. Produksinya pun dihentikan pada 1940, lalu desain versi anyarnya, SVT-40, dirancang dan diproduksi.

Dia dapat dibilang sebagai senapan serbu karena varian AVT-40 yang dibuat pada 1942 untuk mengisi kebutuhan senapan mesin dapat ditembakkan secara full-auto.

Kurang-lebih itulah daftar tujuh senapan serbu atau assault rifle buatan Rusia yang sering muncul di dunia gaming. Manakah yang selalu menjadi sahabat eratmu di medan pertempuran? Nantikan informasi seputar game lainnya disini https://gosocio.co.id/ untuk update info yang tak kalah menarik.